LAPORAN HASIL OBSERVASI
DI
DESA BIRA TIMUR SOKOBANAH SAMPANG
MADURA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Keluarga adalah tempat dimana seseorang hidup bersama orang-orang terdekat dan berbagi suka-duka bersama. Keluarga memungkinkan seseorang mempunyai kehidupan yang layak jika satu sama lain antar anggota keluarga bisa saling mengerti dan memahami, berbagi kasih sayang, saling percaya dan menjadi satu batang tubuh.
Keluarga adalah lingkungan pertama yang paling berperan dalam perkembangan anak. Anak berinteraksi dengan keluarganya (ibu, ayah, saudara kakak, adik, dan lain-lain) dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga dapat dikatakan bahwa keluarga memiliki pengaruh yang besar terhadap seorang anak.
Akhir-akhir ini banyak bermunculan kasus-kasus kekerasan akibat pola asuh orangtua yang otoriter. Anak harus selalu mengikuti kemauan orangtua dan semua keputusan berada dibawah kuasa orangtua. Apabila anak tidak mengikuti aturan orangtua maka anak yang menjadi korban kekerasan. Anak akan menjadi korban kekerasan fisik dan psikis. Mental anak dipermainkan oleh orangtua apabila si anak sudah tidak bisa mengungkapkan keluh kesahnya. Anak menjadi tertekan, bahkan tak jarang ada yang sampai menjadi gila. Kekerasan fisik yang dimaksud adalah ketika si anak mencoba untuk menyampaikan keluhannya malah mendapat sambutan berupa pukulan dari orangtua karena si orangtua merasa telah ditentang dan anaknya dianggap membangkang. Padahal sebenarnya anak tersebut hanya ingin hidup normal dan sudah tidak kuat berada dalam kungkungan keluarga yang sama sekali tidak memberi kesempatan kepada dirinya untuk memberikan suatu keleluasaan.
Dalam mengembangkan anak untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan persiapan dan perlakuan terhadap anak secara tepat sesuai dengan kondisi anak. Sebagai manusia, setiap anak mempunyai ciri individual yang berbeda satu dengan yang lain. Di samping itu setiap anak yang lahir di dunia ini berhak hidup dan berkembang semaksimal mungkin sesuai dengan kondisi yang dimilikinya. Untuk dapat memberi kesempatan berkembang bagi setiap anak diperlukan pola asuh yang tepat dari orangtuanya, hal ini mengingat anak adalah menjadi tanggung jawab orang tuanya baik secara fisik, psikis maupun sosial (Nuryoto, 1998).
Oleh karena itulah diperlukan adanya observasi ini untuk mengetahui secara jelas bagaimana anak yang tertindas dalam keluarganya sendiri dan efek yang ditimbulkannya.
B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang diajukan adalah:
1. Bagaimana pola asuh orang tua terhadap anak didalam keluarga?
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kekerasan terhadap anak?
3. Bagaimana dampak kekerasan pada kondisi psikologi anak?
C. TUJUAN
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui pola asuh orang tua terhadap anak di dalam keluarga
2. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kekerasan terhadap anak
3. Mengetahui dampak kekerasan pada kondisi psikologi anak
D. RUANG LINGKUP
Dalam observasi yang diselenggarakan oleh kelompok kami adalah sebuah keluarga yang pola asuh orangtuanya adalah otoriter. Kami mengobservasi tentang kesehariannya di rumah dan dampak terhadap psikologis si anak.
E. PEMBATASAN MASALAH
Dari hasil perumusan masalah, maka yang kami batasi adalah:
1. Faktor apa yang menyebabkan orangtua menerapkan pola asuh otoriter?
2. Bagaimana kehidupan sehari-hari si anak dalam keluarga?
3. Bagaimana si anak mengatasi problemnya dalam menghadapi berbagai tekanan?
F. METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan dalam observasi ini adalah:
1. Observasi
2. Tanya jawab/ wawancara
3. Studi pustaka
G. WAKTU PELAKSANAAN
Hari : Sabtu
Tanggal : 7 April 2012
Waktu : 08.00 s/d selesai
Waktu | Kegiatan |
…-06.00 | Persiapan keberangkatan ke rumah observee di kabupaten Sampang Madura |
06.15-08.00 | Perjalanan menuju rumah observee |
08.00-11.00 | Observasi didekat rumah observee |
11.00- 13.00 | ISHOMA |
13.05- 14.30 | Wawancara |
15.00- …… | Persiapan dan perjalanan pulang |